Dalam budaya Sunda, kriya bukan sekadar keterampilan tangan, melainkan cara mewujudkan harmoni antara manusia, alam, dan ruang. Kriya Sunda adalah seni kerajinan tangan dari Jawa Barat seperti anyaman bambu, payung geulis, ukiran kayu, dan batik. Manifestasi dari filosofi ini menjadi inspirasi untuk desain rumah tinggal di Tasikmalaya yang Verik dan Bata Merah Interior hadirkan dalam bahasa interior modern. 


Rumah seluas 400 m2 ini berdiri dengan garis-garis bersih dan proporsi yang tenang, dengan detail yang berakar pada arsitektur lama. Kisi-kisi dan krepyak dihadirkan kembali sebagai fitur penyaring cahaya dan udara, menyalurkan semangat rumah tropis yang adaptif terhadap iklim. Dinding putih yang mendominasi menciptakan kesan lapang dan murni, sementara lantai abu-abu menjadi dasar netral yang menonjolkan tekstur alami kayu.


Sebagai aksen untuk mempertegas Kriya Sunda, kami memilih kayu keruing dan kayu rengas dari Jambi sebagai material utama untuk pintu, jendela dan kisi-kisi. Warna kayu yang cenderung kemerahan ini menjadi pengingat akan rumah masa kecil yang diterjemahkan dalam desain interior yang modern. Palet warna kayu ini pun diadopsi untuk fitur interior lainnya seperti lemari dan partisi untuk musala yang berada pada ruang utama. Elemen ukiran kayu pada Kriya Sunda pun diadopsi untuk membentuk sebuah pola pada partisi dekoratif yang diproduksi dengan teknik modern.


Lebih dari sekadar hunian, Kriya Sunda adalah interpretasi baru terhadap keterampilan dan kearifan lokal. Rumah ini menegaskan bahwa desain modern bisa tetap berpijak pada akar tradisi, dan bahwa keindahan lahir dari keseimbangan antara tangan, bahan, dan tempat.

Scroll to Top